SEMUA YANG MENGATUR ALLAH

 🪴🪴🇮🇩🇮🇩🇮🇩🪴🪴

SEMUA YANG MENGATUR ALLAH

(Serial Indonesia Membina)


@dwibudiyanto




“Dalam berdakwah, kadang kita capek itu karena terlalu banyak mikir saat mau kerja, bukan capek akibat kerja itu sendiri,” kata Pak Himawan dalam agenda Training for Trainers Daurah Murabbi (30/12/2024) di Yogyakarta, dalam sesi talk show: _best praktek_ membina. Pak Him adalah dai dan murabbi yang menggarap beberapa desa di Gunungkidul.


Setiap pekan bolak-balik mendatangkan sejumlah desa di Gunungkidul; Menempuh jarak berpuluh kilometer dengan motor. Hasilnya, tak hanya terbinanya beberapa desa, ternyata ada capaian lain yang turut serta. Masyarakat terbina ini telah berhasil mengkaryakan beberapa warga terbina sebagai lurah, kadus, carik, dan perangkat desa lainnya. Semuanya dimulai bukan dalam waktu semalam, tetapi sejak tahun 2010.


Apa kuncinya? meyakinkan bahwa tugas kita berdakwah dan membina, terlebih lagi segala yang berkaitan dengan Allah Swt. Fokuslah saja untuk menunaikan tugas, pasti Allah akan selalu terlibat. Kira-kira itulah yang saya simpulkan.


Di antara tumpukan tugas membina itu, Allahlah yang menjaga kesehatan kita. Kita dapat menunaikan tugas pembinaan, Berjalan berpuluh-puluh kilometer, kadang berangkat hujan deras, pulang tetap hujan, menjelajah medan terjal dengan motor, dan semuanya ditempuh bertahun-tahun, tanpa sakit, itu semua karena yang Maha Kuasa. 


Persis seperti teladan generasi awal dakwah ini, tanpa fasilitas membina beberapa kota pada tahun delapan puluhan sepertinya mustahil. Tetapi semuanya bisa tertukar, sebab kita sadar bahwa yang mengatur itu adalah Allah.


Setiap kita sibuk. Tetapi yakinlah bahwa yang mengatur kesibukan kita adalah Allah. Berkomitmen dan fokuslah membangun, nanti Allah lah yang mengatur seluruh agenda kita. Seringkali, kita lebih fokus membayangkan keruwetan tugas membina di antara tugas-tugas lainnya. Fokuslah saja untuk menunaikan tugas dan mengambil peran, lalu lihatlah bagaimana Allah mengatur semuanya dengan baik.


Mari kita sejenak mengingat bagaimana rumus keterlibatan Allah Swt. ditegaskan pada Nabi Musa as 


قَالَ لَا تَخَافَا atau إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَىٰ


Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat" (*Qs Thaha: 46*).


Innani ma'akuma. Allah terlibat. Allah mengatur segalanya saat kita membina. Allahlah yang membuka kesempatan pembinaan, di antara pikiran kita yang mendistraksinya dengan alasan ketidakmungkinan. 


“Membina komunitas itu tidak mungkin. Bagaimana pintu masuknya?” Ini pikiran yang mendistraksi. Perhatikan betapa pengalaman kita dalam membina selama ini berlangsung karena kesadaran bahwa Allah mengatur segalanya untuk kita. Allah mengatur pertemuan. Allah mengatur kesehatan dan waktu kita. Allah mengatur fasilitas dan mencukupi kebutuhan kita.


Ada cerita sederhana. Karena terjadwal kajian di Gunungkidul, Pak Him servis motor andalannya ke bengkel. Motor butut keluaran 2003 yang ber-tagline “si gesit irit” itu pun ganti ban, biar saat menanjak perbukitan Gunungkidul lebih mantap.


Seperti biasanya, ia berangkat lebih awal. Tetapi tiba-tiba di tengah perjalanan ban motornya bocor. Padahal, baru saja menyediakan layanan dan mengganti ban baru. Perjalanan masih jauh. “Setan sudah membisikiku. Mulih wae. Pulang saja. Pulang saja,” katanya. Tapi Pak Him menepis semuanya. Motor dituntun hingga ketemu tukang tambal ban. keyakinannya satu: Allah yang mengatur segalanya.


Sampai di lokasi acara, jamaah telah menunggu dan jumlahnya sangat banyak. Jauh lebih banyak dari biasanya. Kok bisa? 


“Allah yang mengatur segalanya,” tegasnya.


Begitulah para murabbi bekerja. Ambillah kesempatan saat Allah melibatkan kita dalam kerja-kerja dakwah dan pembinaan. Cara melibatkan kita bisa jadi sangat beragam. Tetapi ketika kesempatan itu datang sekecil apapun, ambillah peran dan tanggung jawab. Setelahnya kita sangat yakin, Allah telah mengatur segalanya. []


#gumregahtarbiyah

#indonesiamembina

Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Halaqah dalam Dakwah dan Harakah

Ringkasan Risalah Al-Aqa'id Hasan Al-Banna

Inspirasi UHA (209) : TIGA PESAN KH. HILMI AMINUDDIN "Risalah Udzma, Wadzifatul Khilafah, dan Muhimmatud Da’wah" (2)