Jiwa-Jiwa yang Mudah Berubah
📮📮🇲🇨🇲🇨📮📮
JIWA-JIWA YANG MUDAH BERUBAH
(Serial Indonesia Membina)
@ Cahyadi Takariawan
“Ada jiwa-jiwa yang baru lahir, atau baru mengenal Islam,” ujar Syaikh Said Hawa sebagaimana dikutip oleh Ustadz Aunur Rofiq Saleh Tamhid dalam agenda Indonesia Membina di Monumen Diponegoro Yogyakarta (20/05/2024).
“Ada pula jiwa yang telah pergi, tak lagi bersama kita. Sementara belum hadir penggantinya”, sambung ustadz Aun, masih meneruskan pernyataan Syaikh Said Hawa.
“Pun ada jiwa yang telah berubah. Tidak istiqamah”, sambung beliau.
Tiga kondisi jiwa ini menjadi alasan paling fundamental, mengapa harus ada pembinaan berkesinambungan. Harus ada “tarbiyah mutakamilah mustamirah”, kepada jiwa-jiwa tersebut.
Untuk jiwa yang baru mengenal Islam, mereka harus diarahkan melalui pembinaan yang serius agar semakin mantap dalam Islam --hingga menjadi pembela Islam.
Untuk jiwa yang sudah pergi, harus segera dimunculkan penggantinya. Para pengganti ini tentu wajib mendapat pembinaan yang baik agar bisa menjadi penerus perjuangan.
Untuk jiwa yang sudah mulai berubah, pembinaan semakin nyata dibutuhkan mereka. Agar tetap istiqamah dalam kebaikan. Agar istiqamah dalam jalan perubahan.
Jiwa-jiwa memang mudah berubah. Bahkan di zaman Nabi saw dan sahabat sekalipun, ada contoh jiwa yang berubah –meskipun jumlahnya tentu tidak banyak.
“Dunia telah mengubah kami semua --selain engkau, wahai Abu ‘Ubaidah,” ujar Khalifah Umar bin Khathab sambil berlinang air mata saat mengunjungi rumah Abu Ubaidah.
Jika di zaman keemasan Islam saja ada jiwa-jiwa yang berubah, bagaimana dengan zaman kita saat ini?
Karena jiwa memang mudah berubah. Itu sebabnya kita menghajatkan tarbiyah.
#IndonesiaMembina #GumregahTarbiyah

Comments
Post a Comment