Inspirasi UHA (220) : Trauma Persepsi dalam Dakwah (3)

INSPIRASI DAKWAH USTADZ HILMI AMINUDDIN



Inspirasi UHA (220) : Trauma Persepsi dalam Dakwah (3)


@ Disarikan dan diolah dari taujih Ustadz Hilmi Aminuddin


Kader dakwah harus membersihkan diri (tathahhur) dari trauma persepsi berupa ketakutan-ketakutan yang dianggap “monster” menyeramkan dalam beraktivitas dakwah.


Menurut Ustadz Hilmi Aminuddin, ada beberapa jenis trauma persepsi dalam dakwah yang harus dihilangkan, yaitu:


Keempat, al-'uqdah ar-raj'iyyah


Yaitu merasa bahwa kita ini terbelakang. Sumbernya adalah perasaan rendah diri. 


Seolah–olah kita tidak punya posisi tawar yang baik di depan orang lain, merasa kita tidak mampu, tidak capable, dan lain-lain yang justru malah membuat kita tidak mampu berkembang.


Kelima, al-'uqdah salbiyyah


Yaitu trauma yang menyebabkan kita selalu berpikiran negative (negative thinking). Melihat orang lain diluar sana belum apa-apa sudah curiga. 


Melihat saudara sendiri dengan sejuta kecurigaan. Melihat ada kesalahan individu sedikit saja dalam jamaah langsung menghakimi “organisasi ini hancur, tidak murni lagi, pragmatis, dan lain-lain“. Padahal kalau kita menyadarinya, ini adalah jamaah manusia, bukan malaikat. 


Allah mencintai orang-orang yang membersihkan diri ( QS. Al-Maidah : 6 ), bukan yang bersih, bukankah tak ada manusia yang terus-menerus bersih ? 


Ada saja kekurangan dalam diri kita dan akan ada saja masalah dalam dakwah. Jangan berharap bertemu jalan tol yang lowong dan tanpa saingan. Itu hayalan. Kalau ada masalah, harus segera cari solusinya, bukan bermelankoli ria.


Sumber: sejukpagi.blogspot.com, 2010


BERSAMBUNG

Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Halaqah dalam Dakwah dan Harakah

Ringkasan Risalah Al-Aqa'id Hasan Al-Banna

Inspirasi UHA (209) : TIGA PESAN KH. HILMI AMINUDDIN "Risalah Udzma, Wadzifatul Khilafah, dan Muhimmatud Da’wah" (2)