Darurat Pembinaan
📮📮📮📮📮📮
DARURAT PEMBINAAN
(Seri Indonesia Membina)
Oleh: Aunur Rafiq Saleh
Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan
"Manusia bagaikan Seratus onta, nyaris tidak kalian dapati satu pun yang bisa dijadikan tunggangan". (Bukhari 6498 dan Muslim 2547)
Syaratnya bisa dijadikan tunggangan atau kendaraan dan pengangkut beban diantaranya harus mau merendah dan bisa dikendalikan atau diarahkan.
Di kalangan manusia juga demikian. Tidak semua muslim bisa diajak menjadi rahilah (kendaraan atau penarik beban) dalam dakwah.
Karena itu diantara tugas para dai adalah mencari teman-teman yang bisa diajak untuk menjadi rahilah dalam memikul beban-beban perjuangan dakwah, melalui proses pelatihan dan seleksi hingga diketahui siapa di antara mereka yang memiliki kesiapan untuk menjadi penarik beban dan mudah diarahkan secara suka rela demi mengharap ridha Allah di jalan dakwah. Karena tidak semua orang bisa diajak menjadi rahilah, apalagi yang tidak pernah mendapatkan sentuhan pelatihan.
Hal ini menjadi alasan pertama bagi penyelamatan darurat. Jika tidak dilakukan pelatihan secara terus-menerus, gerakan dakwah akan kehabisan stok rahilah di suatu hari dan bisa mengakibatkan terhentinya proses regenarasi yang sangat merugikan bahkan mematikan gerakan dakwah.
Berdasarkan hadis ini Syaikh Muhammad Ahmad ar-Rasyid menyimpulkan bahwa kebutuhan terhadap rahilah ini minimal satu prosen dari jumlah penduduk. Jika jumlah rahilah belum mencapai satu prosen dari jumlah penduduk maka pelatihan mencari rahilah menjadi FARDHU 'AIN bagi semua kader dakwah tanpa kecuali sampai kebutuhan tersebut tercukupi. Bila tidak maka semua kader dakwah berdosa bila terjadi keterputusan regenerasi.
Satu prosen rahilah ini bila mengalami kelemahan kwalitas bisa bertambah prosentasenya menjadi dua atau tiga prosen, untuk menutupi kelemahan yang ada. Hal ini didasarkan pada ayat kesabaran dalam menghadapi musuh. Firman Allah:
اَلْئٰـنَ خ papan فَّفَ اللّٰهُ عَنْكُمْ وَعَلِمAN اَنَّ فِيْكُمْ ض ائائ ائ ِ ائ ائ oran ْ ائ ائ ْ مْ ائ ائ ْ ْ ْ ْ ِ نْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ اَلْفٌ يَّغْلِبُوْۤا اَلْفَيْنِ بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ْ ن اللّٰalisasi
"Sekarang Allah telah mencerahkan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahanmu. Maka, jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan doa ribu orang dengan seizin Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal : 66)
Semoga hal ini menjadi renungan dan kesadaran bersama untuk kembali memikirkan urgensi menyiapkan rahilah hingga jumlah memenuhi kebutuhan yang diperlukan hingga kita bisa tenang meninggalkan generasi mendatang. Firman Allah:
; دِيْدًا
“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadapnya. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS. An-Nisa': 9).
#gumregahtarbiyah #IndonesiaMembina

Comments
Post a Comment